Rabu, 30 Mei 2012

Inilah Kisah Rangga ( Anggota viking yang tewas dikeroyok oknum The Jak )


- Satu diantara
tiga suporter tewas usai menyaksikan laga Persib
Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora
Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (27/5/2012)
sore, ternyata merupakan anggota Viking.
Korban itu bernama Rangga Cipta Nugraha,
putra pertama dari pasangan Aad Kosasih dan
Iip Saripah.
Tak pelak, sejak pukul 10.00 pagi ratusan
anggota Viking Persib Club yang mendengar
kabar itu langsung berkumpul di rumah duka
Rangga yang berada di Jalan Raden Edang
Suanda, Kampung Pasir Leutik, Desa Padasuka,
Kecamatan Cimeunyan Kabupaten Bandung, Rt
02/Rw 04.
Kedatangan mereka dalam rangka menyambut
Rangga Cipta Nugraha yang menjadi salah satu
korban kebiadaban oknum suporter usai
pertandingan Persib Bandung kontra Persija
Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu
(27/5/2012) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,
almarhum Rangga bekerja sehari-hari di jasa
pengiriman DHL Jakarta Pusat. Kebetulan dia
yang mendapatkan libur menyaksikan
pertandingan laga Persib kontra Persija. Rangga
dikabarkan duduk di Tribun Sektor Selatan
Stadion GBK. Di mana tempat itu merupakan
berdiamnya garis keras The Jakmania.
Tanpa disadari Rangga secara spontan girang di
tengah para pendukung The Jakmania saat sang
kapten Persib Bandung, Maman Abdurahman
mampu menyamakan kedudukan skor menjadi
2-2.
Tak pelak, Rangga menjadi incaran oknum
suporter lawan. Hingga pada akhirnya di luar
stadion dia diseret dan dikeroyok hingga
akhirnya harus menghembuskan nafas
terakhirnya di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusomo (RSCM) Jakarta Minggu
(27/5/2012) malam.
Rangga tewas dengan tubuh penuh luka memar
dan wajahnya rusak parah akibat pukulan benda
tajam dan tumpul setelah dikeroyok massa
suporter Persija usai pertandingan. Kabarnya,
kepalanya pecah dan wajahnya rusak akibat
sayatan benda tajam.
Jenazah Rangga baru diketahui keluarganya
pada Senin (28/5/2012) pukul 18.00 WIB
setelah mendapat telepon dari pihak RSCM.
Kemudian, pihak keluarganya segera menuju
Jakarta untuk memastikan jasad Rangga. Dan
pihak keluarga, yakni Aad dan Iip membenarkan
bahwa yang menjadi korban kebrutalan oknum
suporter Persija adalah Rangga ketika melihat
ciri-ciri dari anaknya.
Rangga pun tiba di Bandung pukul 16.10 WIB
dengan menggunakan mobil jenazah nomor
polisi B 1162 FFZ. Setibanya di rumah duka
tangisan pun memecah disertai teriakan Allahu
Akbar. Ibu korban Iip tak kuasa menahan
tangis. Putra pertama dari pasangan dari Aad
dan Iif dimakamkan di Tempat Pemakaman
Umum (TPU) Cimuncang, Kabupaten Bandung.
Ratusan bobotoh yang menunggu sejak pagi pun
turut mengumandangkan takbir saat keranda
jenazah diusung menuju rumah duka. Setelah
dimandikan ulang dan disalatkan di Masjid Al-
Karimah yang tak jauh dari rumahnya, jenazah
kemudian diusung lagi menuju TPU.
Tepat di bawah pohon Alpukat di TPU
Cimuncang, Kabupaten Bandung, Selasa
(29/5/2012) sore, jenazah Rangga Cipta
Nugraha (22), secara perlahan diturunkan ke
liang lahat.
Isak tangis keluarga almarhum pun mengiringi
dan mewarnai suasana pemakaman yang begitu
hening. Awan mendung dibarengi hujan gerimis
tak menyurutkan niat para pelayat untuk tetap
menyaksikan proses pemakaman. Hingga
kemudian lantunan Surat Al Fatihah terdengar
dan menggema sebagai tanda usainya proses
pemakaman.
Tak ayal, ratusan pelayat yang menyaksikan dan
mengantarkan Rangga hingga ke liang lahat pun
berduyun-duyun meninggalkan TPU. Jam pun
menunjukkan pukul 17.15 WIB namun hanya
Aad, yang masih berdiri tepat di sebelah kiri
makam anak tercintanya.
Aad pun terlihat tak bisa menyembunyikan
kesedihannya kala melihat padung tertancap di
atas pusara. Namun, dia tetap bersikap tegar
atas nasib yang menimpa anaknya dengan
tersenyum sembari menyalami para pelayat,
termasuk Komisaris PT Persib Bandung
Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar. "Sabar,
sabar," demikian ucap para pelayat yang
memeluk Aad.
Ayah tiri Korban, Teguh Rianto (42), ketika
ditemui wartawan berharap, kedepan tidak ada
lagi korban seperti anaknya ketika menyaksikan
pertandingan sepak bola di Indonesia.
"Semoga Rangga menjadi korban terakhir dalam
kekerasan suporter," ujarnya di Jalan Raden
Edang Suwanda, Terusan Cimuncang, Kabupaten
Bandung, Selasa (29/5/2012) sore.
Teguh pun ingin kasus kekerasan yang menimpa
anaknya diusut tuntas oleh pihak kepolisian
yang berwenang. Bahkan, Teguh mengancam
nama suporter yang digunakan oknum
pembunuh anaknya dilarang menginjakkan kaki
di Kota Bandung. "Sebelum kasus selesai jangan
ada The Jakmania menginjakkan kaki di tatar
sunda," ujar Teguh.
Sementara itu, Umuh yang juga datang ke
rumah duka sejak pukul 16.00 WIB menyatakan
hal yang sama. Menggunakan kaos biru
bercelana jeans biru dia pun merasakan
kehilangan. Hal itu dikatakannya ketika ditemui
wartawan di rumah duka. "Ini mengenaskan
saya sangat mengutuk dengan kejadian ini," ujar
Umuh.
Umuh sangat menyesalkan kinerja pihak Panpel
Persija. Pasalnya, panpel sempat menjamin
keamanan jika pertandingan akan berlangsung
dengan aman. Namun kenyataannya tetap ada
korban dari pihak suporter. Bahkan, satu korban
tersebut adalah Rangga.
Karena itu, Umuh menegaskan pihak
penyelenggara pertandingan harus bertanggung
jawab karena sebelumnya pihak panpel
menjamin bahwa pelaksanaan pertandingan
akan berjalan aman.
"Saya harap pihak panpel Persija bisa
menyelesaikan hingga tuntas karena ini sudah
keterlaluan dan biadab," katanya.
Meski begitu, Umuh yang datang juga mewakili
PT PBB akan memberikan santunan kepada
keluarga korban. Dia pun berharap tidak ada
kejadian lagi serupa kedepannya. "Saya dapat
merasakan bagaimana sedihnya keluarga
korban, apalagi saya juga dulu sebagai
bobotoh," katanya.
Menurut Ketua Viking Persib Club, Herru Joko,
mengenal betul sosok Rangga. Dia pun
membenarkan Rangga merupakan anggota
Viking Kampus Poltekspos Bandung.
Karena itu, Heru terkejut ketika mendengar
kabar tersebut. Apalagi, Heru mendengar status
Blackberry-nya berubah berganti dengan judul
dan bertuliskan kapital "Ini Jakarta bukan
Bandung".
"Dia (Rangga) adalah orang yang aktif ketika
Viking mengadakan rapat saya begitu mengenal
dia dan saya kaget ketika melihat fotonya," ujar
Herru ketika ditemui wartawan di Jalan Banda,
Kota Bandung, Selasa (29/5/2012).
Herru pun mengatakan, pihaknya sebelumnya
sempat bertemu dengan Ketua The Jakmania,
Ferry Indra Syarif untuk menyerukan
perdamaian antara Viking dan The Jak di Kota
Bandung.
Itu mengapa, kata Herru, spanduk bertuliskan
The Jak - Viking Bersatulah sebelum
pertandingan Persib Bandung kontra Persija
dimulai menjadi tak berarti. Pasalnya, korban
tetap berjatuhan di kubu Persib. Meski begitu,
Herru mengatakan tetap terus menyerukan
perdamaian antara Viking dan The Jakmania.
"Kami akan tetap berdamai. Dan kami berharap
Rangga adalah korban terakhir," katanya.
Sebagai bentuk keprihatinan, Herru meminta
kepada pengelola dan penanggung jawab
kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim
2011/2012 untuk melarang setiap pertandingan
dihadiri penonton hingga kompetisi usai.
Tujuannya, menjadi pelajaran bagi oknum-
oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Semua yang terlibat dalam persepakbolaan bisa
berfikir dewasa, termasuk penonton dan
panpelnya sendiri," kata Herru.
Di kalangan teman-temannya, Rangga dikenal
sebagai eks anggota Viking sejak duduk di
bangku SMA. Namun, setelah lulus dari
Politekpos Bandung, Rangga memutuskan
bekerja di Jakarta hingga akhirnya ia harus
meninggal secara mengenaskan di tangan
oknum suporter yang tak bertanggung jawab.
(dna/ff)

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan koment tapi jangan mengandung SARA dan porno ya