Tidak perlu usaha yang besar untuk mengurangi tumpukan lemak di
perut. Dengan sedikit mengubah kebiasaan,
Anda sudah bisa mengurangi volume lemak di
perut.
Beberapa caranya, seperti mengurangi kadar
konsumsi gula dan berolahraga lebih rajin. Tidak
hanya dua cara tersebut, berikut ini kebiasaan-
kebiasaan sehat yang bermanfaat untik
mengurangi volume lemak di perut, seperti
dikutip dari Health.
1. Kunyah Makanan Lebih Lama
Menurut Dawn Jackson Blatner, RD, penulis
buku 'The Flexitarian Diet', mengunyah
makanan lebih lama adalah cara yang paling
ampuh untuk menghindari perut kembung.
Tanpa mengunyah yang cukup, makanan tidak
akan dicerna dengan baik sehingga membuat
perut menjadi terisi gas dan membuncit.
2. Kurangi Konsumsi Gula
Menurut Jorge Cruise, penulis buku 'The Belly
Fat Cure', mengurangi konsumsi gula akan
menjaga tingkat insulin dalam tubuh tetap
rendah dan juga menjaga tingkat glukagon
tinggi. Glukagon adalah hormon yang
membantu melawan lemak perut, sehingga
lemak tidak semakin menumpuk di area perut Anda.
3. Perbanyak Mengonsumsi Serat
Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang memakan banyak serat memiliki lingkar tubuh
lebih kecil daripada mereka yang tidak. Beras
merah dan brokoli adalah beberapa contoh
makanan yang mengandung banyak serat.
4. Tertawa
Ahli pilates, Kristin McGee, menganjurkan untuk
tertawa agar mengurangi lemak tubuh. Hal ini
dikarenakan setiap kali Anda tertawa, Anda
telah mengencangkan otot- otot di sekitar perut.
5. Olahraga
Penulis buku 'The Body You Want in the Time
You Have', Myatt Murphy, mengatakan bahwa
menurunkan berat badan yang efektif adalah
dengan melakukan diet pada urutan pertama.
Sedangkan urutan kedua, harus diisi dengan
olahraga kardio dan latihan otot perut di urutan
terakhir.
"Lakukan latihan ini dan berat badan Anda akan
turun secara peralahan, satu hingga dua pound
(0 ,45 hingga 0,91 kilogram) dalam seminggu,"
ujar Murphy, seperti dikutip dari health.
Murphy juga menganjurkan agar meluangkan
60 menit dalam sehari untuk menyiapkan
makanan yang sehat. Melakukan olahraga
kardio seperti jogging, lari, sepeda atau
berenang selama 20 menit sehari, tiga hingga
lima kali dalam seminggu juga ia sarankan.
Lakukan pula latihan beban selama 15 menit
sehari, tiga kali dalam seminggu. Jika diet dan
latihan tersebut sudah Anda lakukan, barulah
lakukan sit ups lima menit sehari, tiga hari
dalam seminggu.
6. Hindari Kue dengan Label 'Sugar Free'
Direktur olahraga dan nutrisi di Universitas
Pittsburgh Medical Center, Leslie Bonci,
mengatakan bahwa kebanyakan kue dengan
label 'sugar free' dimaniskan dengan sugar
alcohols atau disebut juga polyol yang dapat
menyebabkan gas dan kembung. Untuk
menghindarinya, jangan membeli kudapan yang
tmengandung kandungan berakhiran "-ol"
seperti sorbitol, lactitol dan maltitol. Anda bisa
memilih kudapan bebas gula lainnya seperti
sucralose (splenda) dan aspartame
(NutraSweet) yang tidak mempunyai efek
kembung. Hanya saja, kalori yang dikandung
hampir sama dengan gula biasa.
Minggu, 13 November 2011
Pemain Indonesia di kontrak ESPANYOL
Espanyol, klub Liga Spanyol yang bermarkas di Barcelona, mengumumkan telah mengontrak pemain Indonesia, Arthur Irawan, untuk disiapkan menjadi pemain elite mereka di masa depan.
"Perekrutan terbaru di RCD Espanyol adalah Arthur Irawan, mutiara muda sepak bola Indonesia, negara yang akan ditemukan di level sepak bola," demikian pernyataan Espanyol melalui situs resmi mereka (www.rcdespanyol.com), Rabu (9/11/2011).
"Ia menarik perhatian Manchester United saat masih muda, tetapi keluarga Arthur memilih agar dia menyelesaikan pendidikan," tulis Espanyol.
Tantangan dia sekarang, menurut para pelatih, yaitu bagaimana pemain itu akan beradaptasi dengan tuntutan dan gaya sepak bola elite Eropa. Arthur telah memilih Espanyol dan proyeksinya ke depan.
Akhirnya, Arthur Irawan telah memilih filosofi sistem pembinaan usia muda Espanyol untuk dijalani, dan sebagai lompatan terakhir ke kancah sepak bola elite Eropa.
Januari lalu, Arthur sempat masuk daftar pemain seleksi timnas Indonesia U-23 saat masih ditangani Pelatih Alfred Riedl. Namun, ia tidak lolos seleksi dan dicoret.

"Ia menarik perhatian Manchester United saat masih muda, tetapi keluarga Arthur memilih agar dia menyelesaikan pendidikan," tulis Espanyol.
Tantangan dia sekarang, menurut para pelatih, yaitu bagaimana pemain itu akan beradaptasi dengan tuntutan dan gaya sepak bola elite Eropa. Arthur telah memilih Espanyol dan proyeksinya ke depan.
Akhirnya, Arthur Irawan telah memilih filosofi sistem pembinaan usia muda Espanyol untuk dijalani, dan sebagai lompatan terakhir ke kancah sepak bola elite Eropa.
Januari lalu, Arthur sempat masuk daftar pemain seleksi timnas Indonesia U-23 saat masih ditangani Pelatih Alfred Riedl. Namun, ia tidak lolos seleksi dan dicoret.
(7) TUJUH KEBIASAAN DARI MANUSIA YANG EFEKTIF (THE ( 7 ) SEVEN HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE)
Saya tidak pernah tahu ada guru atau mentor untuk meningkatkan efektivitas pribadi untuk menghasilkan seperti reaksi sangat positif .... Buku ini menangkap indah filosofi prinsp Stephen.
Saya pikir siapa pun yang membaca dengan cepat akan memahami reaksi besar saya dan yang lainnya harus Dr
Ajaran Covey.
- John Pepper, President, Procter and Gamble
Stephen Covey adalah Sokrates Amerika, membuka pikiran Anda untuk 'hal-hal permanen "- nilai,
keluarga, hubungan, berkomunikasi.
- Warren Bennis, author of On Becoming a Leader
Stephen R. Covey 's buku mengajarkan dengan kekuatan, keyakinan, dan perasaan. Baik konten dan
metodologi prinsip-prinsip ini membentuk dasar yang kuat untuk komunikasi yang efektif. Sebagai seorang pendidik,
Saya kira buku ini menjadi tambahan yang signifikan untuk perpustakaan saya.
- William Rolfe Kerr, Utah Commissioner of Higher Education
Beberapa siswa dari manajemen dan organisasi - dan orang - berpikir sebagai panjang dan keras tentang
pertama prinsip-prinsip seperti Stephen Covey. Dalam Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif, dia menawarkan kepada kita sebuah
kesempatan, bukan bagaimana-untuk panduan. Kesempatan adalah untuk mengeksplorasi diri kita sendiri dan dampak terhadap orang lain,
dan untuk melakukannya dengan mengambil keuntungan dari wawasan yang mendalam. Ini adalah buku luar biasa yang bisa mengubah
Anda hidup.
- Tom Peters, penulis In Search of Excellence
Dasar etis bagi hubungan manusia dalam buku ini mendefinisikan sebuah cara hidup, bukan hanya metodologi untuk
berhasil di bisnis. Bahwa ia bekerja jelas.
- Bruce L. Christensen, President, Public Broadcasting Service
Pada saat organisasi Amerika sangat perlu untuk menyemangati orang dan menghasilkan pemimpin di
semua tingkatan, Covey memberikan sebuah filosofi pemberdayaan untuk hidup yang juga jaminan terbaik untuk sukses
dalam bisnis ... perpaduan sempurna kebijaksanaan, belas kasih, dan pengalaman praktis.
- Rosabeth Moss Kanter, editor Harvard Business Review dan penulis Ketika Giants Learn to Dance
Saya telah belajar banyak dari Stephen Covey selama bertahun-tahun bahwa setiap kali saya duduk untuk menulis, aku
khawatir tentang plagiarisme bawah sadar! Tujuh Kebiasaan tidak psikologi pop atau trendi self-help. Hal ini
padat kebijaksanaan dan prinsip-prinsip.
- Richard M. Eyre, author of Life Balance and Teaching Children Values
Kita bisa melakukannya dengan baik untuk membuat membaca dan menggunakan buku ini persyaratan bagi siapa saja pada setiap tingkat
pelayanan publik. Ini akan jauh lebih efektif daripada undang-undang tentang perilaku etis.
- Senator Jake Garn, first senator in space
Ketika Stephen Covey berbicara, eksekutif mendengarkan.
- Dun's Business Month
Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif

Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam Ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.
Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir

Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.
Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama

Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.
Kebiasaan 4 : Berpikir Menang/Menang

Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan – “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah – ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.
Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih dulu, Baru Dipahami

Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.
Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi

Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).
Kebiasaan 7 : Mengasah Gergaji
Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, Kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.
Rekening Bank Emosional
Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di Bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dulu, sikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia walaupun orang yang bersangkutan tidak hadir, meningkatkan saldo kepercayaan. Tidak murah hati, melanggar janji, dan bergosip tentang seseorang yang tidak hadir, mengurangi atau bahkan menghapuskan kepercayaan dalam suatu hubungan.
Paradigma
Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataan. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigam adalah lensa kita, lewat mana kita lihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini.
Referensi: Diambil dari ringkasan buku 7 Habits
Ajaran Covey.
- John Pepper, President, Procter and Gamble
Stephen Covey adalah Sokrates Amerika, membuka pikiran Anda untuk 'hal-hal permanen "- nilai,
keluarga, hubungan, berkomunikasi.
- Warren Bennis, author of On Becoming a Leader
Stephen R. Covey 's buku mengajarkan dengan kekuatan, keyakinan, dan perasaan. Baik konten dan
metodologi prinsip-prinsip ini membentuk dasar yang kuat untuk komunikasi yang efektif. Sebagai seorang pendidik,
Saya kira buku ini menjadi tambahan yang signifikan untuk perpustakaan saya.
- William Rolfe Kerr, Utah Commissioner of Higher Education
Beberapa siswa dari manajemen dan organisasi - dan orang - berpikir sebagai panjang dan keras tentang
pertama prinsip-prinsip seperti Stephen Covey. Dalam Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif, dia menawarkan kepada kita sebuah
kesempatan, bukan bagaimana-untuk panduan. Kesempatan adalah untuk mengeksplorasi diri kita sendiri dan dampak terhadap orang lain,
dan untuk melakukannya dengan mengambil keuntungan dari wawasan yang mendalam. Ini adalah buku luar biasa yang bisa mengubah
Anda hidup.
- Tom Peters, penulis In Search of Excellence
Dasar etis bagi hubungan manusia dalam buku ini mendefinisikan sebuah cara hidup, bukan hanya metodologi untuk
berhasil di bisnis. Bahwa ia bekerja jelas.
- Bruce L. Christensen, President, Public Broadcasting Service
Pada saat organisasi Amerika sangat perlu untuk menyemangati orang dan menghasilkan pemimpin di
semua tingkatan, Covey memberikan sebuah filosofi pemberdayaan untuk hidup yang juga jaminan terbaik untuk sukses
dalam bisnis ... perpaduan sempurna kebijaksanaan, belas kasih, dan pengalaman praktis.
- Rosabeth Moss Kanter, editor Harvard Business Review dan penulis Ketika Giants Learn to Dance
Saya telah belajar banyak dari Stephen Covey selama bertahun-tahun bahwa setiap kali saya duduk untuk menulis, aku
khawatir tentang plagiarisme bawah sadar! Tujuh Kebiasaan tidak psikologi pop atau trendi self-help. Hal ini
padat kebijaksanaan dan prinsip-prinsip.
- Richard M. Eyre, author of Life Balance and Teaching Children Values
Kita bisa melakukannya dengan baik untuk membuat membaca dan menggunakan buku ini persyaratan bagi siapa saja pada setiap tingkat
pelayanan publik. Ini akan jauh lebih efektif daripada undang-undang tentang perilaku etis.
- Senator Jake Garn, first senator in space
Ketika Stephen Covey berbicara, eksekutif mendengarkan.
- Dun's Business Month
Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam Ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.
Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir
Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.
Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama

Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.
Kebiasaan 4 : Berpikir Menang/Menang
Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan – “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah – ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.
Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih dulu, Baru Dipahami

Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.
Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi
Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).
Kebiasaan 7 : Mengasah Gergaji
Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, Kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.
Rekening Bank Emosional
Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di Bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dulu, sikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia walaupun orang yang bersangkutan tidak hadir, meningkatkan saldo kepercayaan. Tidak murah hati, melanggar janji, dan bergosip tentang seseorang yang tidak hadir, mengurangi atau bahkan menghapuskan kepercayaan dalam suatu hubungan.
Paradigma
Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataan. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigam adalah lensa kita, lewat mana kita lihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini.
Referensi: Diambil dari ringkasan buku 7 Habits
Langganan:
Postingan (Atom)

