Senin, 21 Mei 2012

Keutamaan Puasa Sunnah Dibulan Rajab ( Rojab)

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.


 Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan haram, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, Rajab.

 Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ini, Al-Qur’an menjelaskan:

 “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” 

 Hukum Puasa Rajab 


 Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.

 Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda
"Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah):
 "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.
Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

 Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
 Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim.

 Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).



 Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini
Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban.

Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram. Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab. Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

 Hadis Keutamaan Rajab 

 Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:

 • Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
 • "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
 • Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
 • "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
 • Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
 • Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”. 


oleh  Yusuf Suharto dikopas oleh admin blog dari situs Aswaja

Inilah Video Suasana Sukhoi Sebelum Menabrak Gunung Salak

suasana pesawat Super Sukhoi Jet 100 milik Rusia sebelum naas beredar luas di situs youtube.

Tampak dalam video penerbangan pertama pesawat Sukhoi Superjet 100 take off dari Bandara Halim Perdanakusuma. 

Dalam video terlihat pesawat yang dipiloti Alexander Yablontsev tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, dan disambut sejumlah pihak.





Setelah pesawat mendarat, terlihat sejumlah awak kabin Sky Aviation menaiki pesawat. Sejumlah perwakilan dari Indonesia terlihat mengagumi interior SSJ 100. Dan tampak beberapa pengunjung sempat mengabadikan diri dalam kabin pesawat.

Diketahui pada 9 Mei, Sukhoi mulai dicek, sebelum melakukan joy flight pertama yang lepas landas dan mendarat dengan mulus.

Kemudian video menggambarkan sejumlah penumpang yang akan naik pesawat untuk mengikuti penerbangan promosi kedua yang berujung maut. 

Dalam video ini tampak pula juru kamera Trans TV Aditya Sukardi dan reporter Ismianti Sunarto saat hendak memasuki pesawat.

Minggu, 20 Mei 2012

Sebelas Kebiasaan Baik Yang Sebaiknya Kita Lakukan


- satu -
Sholat 5 waktu

Coba nikmati sholat yang khusu’ sebagai kebutuhan.
Jangan Jadikan BEBAN agar tidak terbebani.
Fokuslah pada Waktu-waktunya, jangan terganggu.
Tidak perlu dibuat-buat untuk menunggu waktunya.
Biasakan Ngajak orang lain Sholat ketika waktunya tiba.


- dua - 
Baca Ayat-ayat Al-Quran 
Jadikan Al-Quran sebagai teman di kamar.
Baca sesukanya (tidak terlalu banyak) setelah sholat.
Baca dan fahamilah terjemahnya sedikit demi sedikit.
Kaitkan masalah sehari-hari dan tanyakan kepada orang lain yang dianggap lebih bisa dari kamu.
Usahakan ada surat-surat tertentu yang hafal dan selalu menambah hafalannya.

- tiga -
Membuat Rencana & Target
HARI INI 
Periksa tugas kemarin yang belum terselesaikan.
Hubungi teman-teman lain untuk menanyakan targetnya.
Perhatikan janji-janji dengan orang lain.
Berusahalah Rasional & Realistis terhadap waktu sehari.
Buatlah PRIORITAS dan sesuaikan dengan Waktunya.

- empat -
Berolahraga & Hidup Sehat 

Lakukan OLAHRAGA secukupnya.
Pakailah Pakaian dalam yang bersih.
Tidak MEROKOK dan hindari PEROKOK.
Ciptakan Lingkungan yang Sehat.
Ajak orang lain menciptakan lingkungan SEHAT.


- lima -
Makan Makanan BERGIZI 

Makan secukupnya (tidak terlalu kenyang).
Biasakan Minum Air Putih sekali-kali Minum SUSU atau MADU.
Hindari Jajan di jalanan.
Puasa sesuai anjuran Rosulullah.
Jika mempunyai masalah dengan Penyakit, Konsultasikan ke Dokter!

- enam -
BERDISKUSI yang POSITIF 

Jadilah pendengar yang baik & memberi kesempatan bicara kepada orang lain.
Tidak berdebat dalam sebuah diskusi.
Berniat mencari solusi dalam diskusi bersama-sama memecahkan masalah.
Menghindari Ghibah (Gerumpiin kejelekan orang lain yang gak ada hubungannya dengan kita).
Biasakan mencari orang yang lebih pengalaman.


- tujuh -
Membaca, Menonton, & 
Mendengarkan 


Bacalah Buku, Majalah, atau Tabloid yang sesuai dengan HOBI dan Cita-cita.
Membaca sekurang-kurangnya 15 menit setiap hari.
Menonton ACARA TV yang disukainya.
Mendengarkan Radio dan Carilah Figur Penyiar Favorit.
Hindari membaca, menonton, & mendengarkan sesuatu yang negatif (kriminal, hantu, dll).


- delapan -
Mencatat Keuangan
Menulis kebutuhan sehari-hari dan tentukan rata-ratanya.
Mencatat transaksi keuangan SETIAP HARI.
Bandingkan efektivitas PENGELUARAN hari ini dengan hari SEBELUMNYA.
DETEKSI antara KONSUMSI dengan INVESTASI.
Bangunlah ASET Sekarang Juga.


- sembilan -
BERSILATURAHMI
Buat TARGET untuk mengenal 1 orang baru setiap hari.
Mencari kenalan di Masjid, Taman, Perpustakaan, Pasar, Angkutan, dan sebagainya.
Memulai perkenalan dengan senyum dan sapa lebih dulu.
Lakukan kontak & komunikasi dengan cara yang paling mungkin dan sederhana.
Gunakan momen-momen tertentu untuk mempererat SILATURAHMI.


- sepuluh -
Istirahat yang Cukup

Tidur yang Cukup (5-8 Jam).
Matikan lampu terang sebelum tidur.
Biasakan bersih sebelum Istirahat.
Tidak tidur dengan teman sejenis dalam 1 selimut.
Ingat Tubuh dan Otak kita berHAK Istirahat dan kita Wajib Memenuhinya.


- sebelas -
EVALUASI

Tulislah hal-hal yang telah dilakukan.
Renungi hal-hal POSITIF yang telah dilakukan.
Renungi hal-hal NEGATIF yang telah dilakukan.
Bandingkan PERKEMBANGAN hari ini dengan HARI-HARI KEMARIN.
Berjanjilah untuk melakukan yang lebih baik dari pada KEMARIN.