Rabu, 16 November 2011

Cara Mengatasi Kecanduan Seks ( Bercinta) / Onani



Jika Anda merasa memiliki perilaku seperti Kecanduan seks, yang pertama harus disadari adalah kecanduan seksual adalah masalah serius yang tidak akan hilang dengan sendirinya. Anda harus mendapatkan pengobatan atau terapi untuk menyembuhkannya.


Kebanyakan penderita merasa kesulitan untuk mengubah perilakunya sendiri. Anda mungkin bisa mengurangi kegiatan seksual untuk sementara, tetapi biasanya siklusnya akan semakin sering dan sulit untuk diputus. Jasa terapi dari para profesional bisa membantu Anda memahami apa yang terjadi dan menguatkan semangat Anda untuk mengubahnya menjadi kehidupan seksual yang lebih sehat.


Mengobati kecanduan seks, seperti kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan, atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan.


Jika pasangan Anda mengalami kecanduan seksual, hal ini adalah tantangan untuk Anda untuk membantunya mengubah perilakunya. Perlu Anda sadari juga bahwa tidak ada seorang pun yang bisa sembuh dari rasa ketagihan kecuali ia menerima bahwa dirinya punya masalah dan bertekad untuk berubah. Memiliki pasangan yang kecanduan seks memang berat dan membingungkan, tetapi bukan tak mungkin hal ini disembuhkan. Anda hanya perlu mendorongnya untuk berkonsultasi ke dokter.


Cara-cara untuk mengatasi kecanduan Onani itu diantaranya 10 langkah berikut ini.


1) Yang terpenting, yakinlah bahwa kau mampu mengatasi masalah ini. Kau sudah mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu, tentulah kau juga mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Untuk memperkuat keyakinan diri itu, biasakanlah diri mengucap dzikir yang relevan.




2) Cari tahulah apa saja keadaan-keadaan dirimu yang memicu dirimu membiasakan diri melakukan masturbasi. Misalnya, kau biasa bermasturbasi setiap kali merasa kesepian, bosan, atau tertekan (stres). Kalau memang begitu, waspadalah dirimu setiap kali berada dalam keadaan begitu. Dalam keadaan begitu, tanamkanlah kembali keyakinanmu bahwa kau mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Atasilah berbagai keadaan yang tidak nyaman itu dengan solusi lain yang tidak bersifat seksual. Misalnya dengan cara berdzikir.


3) Temukanlah sebab-sebab mengapa kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu. Lalu berlakukanlah hal-hal yang relevan dengan kasus kebiasaan masturbasimu. Misalnya, kalau kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu karena kau menghargai dirinya setinggi-tingginya, maka hargailah juga dirimu sendiri setinggi-tingginya.





4) Hindari menyendiri! Selalulah bersama orang lain (yang tidak membangkitkan rangsangan seksual), kecuali bila terpaksa. Bila terpaksa menyendiri, misalnya di kamar mandi, jangan berlama-lama! Lima menit sudah cukup. Bila kau membutuhkan waktu yang relatif lama ketika menyendiri (misalnya di kamar mandi) lantaran berbagai aktivitas sekaligus, pisahkanlah aktivitas-aktivitas itu. Jadi, mandi, keramas, gosok gigi, dan lain-lain, hendaknya dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.




5) Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu. Setiap kali kau merasa nafsu birahimu memuncak di tempat tertentu (misalnya di kamar mandi atau tempat tidur), beranjaklah dari situ. Pergilah ke tampat lain. Temuilah orang-orang, ngobrollah tentang apa saja yang jauh dari rangsangan seksual.


6) Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.


7) Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.


8) Sibukkanlah dirimu dengan berbagai aktivitas yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual. Utamakanlah aktivitas yang dilakukan bersama orang lain. Misalnya, kau suka membaca buku dan main catur. Ketika kau merasa nafsu seksualmu bangkit alias terangsang, lebih baik main catur bersama orang lain daripada membaca buku sendirian.


9) Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.
10) Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.

Apakah Pacar Kamu Termasuk Pria Yang Kecanduan Seks (Bercinta) ??

Pria dan seks, memang sulit dilepaskan. Namun tidak semua pria selalu memikirkan seks sampai membuat mereka kecanduan.


Pecandu seks, biasanya pemikirannya didominasi oleh seks. Hal itu pun membuat mereka sulit bekerja atau menjalani aktivitas kesehariannya. Seperti apa pria yang kecanduan seks? Apakah si dia termasuk? Kenali ciri-cirinya berikut ini:


1. Sering Masturbasi


Waspada jika pasangan Anda tetap butuh masturbasi padahal sudah cukup sering melakoni hubungan intim dengan Anda. Kalau hal itu memang sering terjadi, ia mungkin saja tipe pria yang kecanduan seks.




2. Melihat Gambar Porno Setiap Hari



Pria yang kecanduan seks akan berusaha menenangkan pikirannya dengan menonton film porno atau masturbasi. Rata-rata pria yang melakukan masturbasi, melakoni hal tersebut sambil melihat atau menonton gambar porno.




3. Bicara Soal Seks di Waktu yang Tidak Tepat


img
Meskipun pria tidak bisa melepaskan pikirannya dari seks, kebanyakan pria tahu kapan harus berbicara menutup mulutnya. Namun pria yang kecanduan seks, tidak dapat melakukan hal itu. Jika seorang pria membicarakan topik seks tersebut di waktu yang tidak tepat, seperti saat di depan orangtua Anda atau saat rapat di kantor, bisa jadi dia memang kecanduan.


4. Berbohong



Pria yang kecanduan seks pasti sering berbohong pada pasangannya. Mereka tidak mau mengaku atau bahkan sulit menerima kenyataan kalau dirinya sudah kecanduan. Alhasil, pria-pria tersebut akan bersikap sangat defensif. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk membantah tuduhan pasangannya itu.


5. Kehilangan Gairah Saat Bercinta
Penelitian membuktikan pria yang kecanduan film porno bisa sulit ereksi saat melakukan aktivitas seks di kehidupan nyata bersama pasangannya. Pria yang kecanduan pornografi cenderung mengharapkan pengalaman seks yang lebih ekstrim untuk membuatnya terangsang.


6. Aktivitas Sehari-hari Terganggu


Sama seperti kasus kecanduan lainnya, jika seseorang sudah menjadi pecandu, hal itu kemungkinan besar akan menganggu hari-harinya. Jika Anda merasa pasangan kecanduan seks, coba evaluasi apakah dia kerap menolak ajakan pergi dan memilih sendirian di rumah? Pria yang kecanduan seks lebih suka menghabiskan waktunya sendiri agar bisa masturbasi.




7. Sering Ada di Depan Komputer
Tentu saja tidak semua pria yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer, laptop atau gadgetnya kecanduan seks. Namun Anda perlu waspada, jika dia melakukannya secara diam-diam. Apalagi jika ternyata Anda tidak secara sengaja memergokinya dan dia menunjukkan sikap seperti orang 'tertangkap basah'.


8. Memaksa Bercinta


Pria yang sudah kecanduan seks tidak bisa menerima penolakan dari pasangannya terutama untuk urusan bercinta. Pria-pria seperti ini pun akan menekan pasangannya agar mau melakukan hubungan intim.




9. Eksibisionis



Apakah si dia kerap meminta melakukan aktivitas seks yang tidak lazim, misalnya bercinta dengan pintu terbuka atau jendela terbuka? Waspada karena itu bisa termasuk ciri orang eksibisionis. Eksibisionis merupakan salah satu bentuk penyimpangan seks karena seseorang mendapat kepuasan dengan mempertontonkan bagian terlarang dari tubuhnya ke orang lain.




10. Selingkuh


Bagi beberapa pria yang kecanduan seks, bercinta dengan pasangannya dan masturbasi belum cukup. Pria-pria ini akan mencari cara lainnya untuk melepaskan hasratnya. Salah satunya dengan selingkuh.

Senin, 14 November 2011

8 Step ( Langkah ) Dan 7 Tool ( Alat ) dalam Proses QCC (Gugus Kendali Mutu)

8 langkah perbaikan dan 7 alat bantu yang digunakan dalam melaksanakan improvement  (QCC).


Secara umum 8 langkah yang dilakukan dalam melaksanakan QCC adalah :
Menemukan Persoalan / Tema
Menetapkan Target
Melakukan Analisa Kondisi yang Ada
Melakukan Analisa Sebab Akibat
Merencanakan Penanggulangan
Melaksanakan Penanggulangan
Memeriksa (Evaluasi) Hasil Penanggulangan
Standarisasi dan Rencana Berikut


Sedangkan 7 alat Bantu dalam QCC adalah :
Check sheet
Stratifikasi
Diagram Pareto
Diagram Sebab Akibat (FISH BONE)
Grafik dan Bagan Pengendalian
Digram Pencar ( Scatter Diagram )
Histogram






Sekarang kita akan lebih jauh tentang 7 alat Bantu QCC.


1. Check Sheet


Check Sheet biasanya berbentuk formulir kertas dengan item-item yang diperlukan sudah dicantumkan dan disusun sedemikian rupa. Digunakan untuk mengumpulkan data hasil pemeriksaan (pengecekan), karena itu ada pula yang menyebutnya dengan Lembar Pengumpul Data..





Tujuan Penggunaan Check Sheet
Check Sheet digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai aspek dan kondisi tertentu yang diperlukan
Check Sheet biasanya dipakai untuk memudahkan proses pengumpulan data, dan memudahkan untuk menganalisa data


2. Stratifikasi


Yaitu menguraikan dan mengelompokkan data menjadi ke kelompok yang lebih homogen (tunggal). Tujuannya adalah untuk menhindari salah interpretasi dalam membaca suatu data..




3. Diagram Pareto


Yaitu suatu alat untuk melihat permasalahan yang paling tinggi prioritasnya. Divisualisasikan dalam sebuah diagram yang disusun mulai dari data terbesar/terbanyak.


.
.






Kegunaan dari Diagram Pareto :
Menunjukkan dengan jelas dan mudah jenis data yang terbesar.
Menunjukkan perbandingan masing-masing jenis terhadap keseluruhan




4. Diagram Sebab Akibat
Merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara karakteristik mutu dengan faktor penyebabnya.
Dapat disebut juga Fishbone karena strukturnya yang mirip struktur tulang ikan.
Dikembangkan pertama kali oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1950.
.









5. Histogram


Histogram adalah satu jenis grafik balok khusus yang menggambarkan penyebaran data sebagai hasil satu macam pengukuran dari suatu kejadian atau proses, apakah data tersebut keluar dari batas pengendalian atau tidak. Dalam keadaan normal, tinggi balok-balok tersebut menampilkan bentuk lonceng.


.





Histogram sangat membantu sebagai tindakan preventif terhadap masalah yang ada dengan melakukan pencatatan data secara kontinyu, sehingga penyimpangan yang terjadi dapat langsung diidentifikasi secara dini sebelum masalah menjadi berlarut-larut.


6. Control Chart


Bagan pengendalian bentuk ini merupakan bagan yang paling umum untuk data yang diukur.


Bagan pengendalian x – R merupakan bagan pengendalian yang sekaligus menyatakan harga rata-rata (x) dan range ( R ).


Bagan x menunjukkan adanya perubahan pada harga rata-rata, sedang R menunjukkan adanya perubahan pada dispersi.


7. Scatter Diagram


Scatter Diagram atau Diagram Pencar dipakai untuk melihat hubungan / korelasi dua variabel yang berkaitan. Diagram ini dugunakan untuk melihat seberapa besar hubungan antara dua variable yang ditunjukkan pada Sumbu X dan Y.
.




Untuk sesi berikutnya kita akan membahas detail tentang 8 langkah QCC… Semoga berguna… Salam Improve..!


sumber: